oleh

Diskominfo maksimalkan penyebarluasan informasi lewat KIM

Terbukanya sarana penyebarluasan informasi diera digital telah memberi dampak dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Bak dua sisi mata pedang, tak dapat dipungkiri informasi memiliki efek posistif dan juga negatif yang akan berpengaruh pada pembentukan mental masyarakat.

“Fenomena penyebarluasan informasi tak terkontrol akan menimbulkan efek buruk bagi keberlangsungan pembangunan. Karena itu segala potensi informasi harus dikelola dengan baik, harus diorganisir”, ucap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gorontalo, Drs. Hi. R. Azis Nurhamidin, M.Pd, Jumat (22/2), di Limboto.

Menyahuti fenomena maraknya penyebarluasan informasi menyesatkan atau hoax, Azis menyebut akan menggandeng peran masyarakat untuk menekan penyebarluasan informasi yang belum tentu benar.

“Dinas Kominfo akan menggandeng masyarakat untuk menjawab tantangan ini. Apalagi ditahun politik. Kita berharap informasi bisa menyatukan, bukan memecah belah”, ujarnya.

Sebagai langkah preventif, dalam waktu dekat Dinas Kominfo akan mengukuhkan kepengurusan kelompok informasi masyarakat (KIM) diseluruh wilayah Kabupaten Gorontalo. KIM diharap menjadi garda terdepan dalam
pengendali arus informasi dengan memfilter isu-isu yang akan berdampak negatif terhadap penyelenggaraan pembangunan daerah.

Sementara dalam penjaringan kepengurusan KIM periode 2019, jajaran Dinas Kominfo telah melakukan sosialisasi ketingkat kecamatan sekaligus menghimpun daftar personil yang diusulkan Pemerintah Kecamatan.

Sebelumnya Azis menjelaskan, Berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI No. 08/PER/M.KOMINFO/6/2010 tentang Pedoman Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Komunikasi Sosial, tanggal 1 Juni 2010, KIM atau kelompok sejenis lainnya adalah kelompok yang dibentuk oleh, dari, untuk masyarakat secara mandiri dan kreatif yang aktivitasnya melakukan pengelolaan informasi dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan nilai tambah. (JoniMIle)

Komentar

News Feed